Rabu, 05 November 2014

PT PERTAMINA (PERSERO) T.bk

                PROFIL PERUSAHAAN  PT PERTAMINA (PERSERO) T.bk

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu di bidang minyak, gas bumi dan energi lainnya. Melalui pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya secara fleksibel, lincah dan berdaya laba tinggi, PHE mengarahkan tujuannya menjadi perusahaan multi nasional yang terpandang di bidang energi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.

Pendirian PHE, yang  resmi beroperasi sejak 1 Januari 2008, merupakan konsekuensi dari penerapan UU Migas 2001 yang membatasi satu badan usaha hanya boleh mengelola satu wilayah kerja.  PHE mengelola portofolio bisnis migas melalui berbagai skema kemitraan baik di dalam maupun di luar negeri. Berbagai skema tersebut adalah  JOB-PSC (Joint Operating Body-Production Sharing Conract) di mana PHE bertindak sebagai operator,  termasuk mengelola BLOK ONWJ dan Blok West Madura Offshore, Pertamina Participating Interest (PI) dan juga kemitraan lainnya untuk mengoperasikan blok di luar negeri.  Dengan demikian, PHE merupakan induk perusahaan bagi  setiap anak perusahaan yang memiliki Participating Interest (PI).

Berdasarkan  persetujuan  Direktur Utama  Pertamina pada  6 November 2007  dan Komisaris Pertamina  pada 18 September 2007,   telah dilakukan proses pengalihan Participating Interest dari   PT Pertamina (Persero) kepada anak-anak perusahaan PHE. Langkah ini semata untuk mempertegas arah bisnis dan memperlancar perjalanan usaha PHE. Secara tidak langsung, anak-anak perusahaan tersebut masih merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero), namun secara langsung kendalinya di bawah PHE. Dalam perannya sebagai sub-holding yang membawahi anak-anak perusahaan pemegang PI,  PHE berbeda dibandingkan dengan anak perusahaan Pertamina lainnya.

Dengan bentuk demikian, PHE akan terus berkembang, karena setiap ada Participating Interest baru, berarti ada anak perusahaan baru yang akan dikelola oleh PHE. Saat ini, PHE memiliki 36 anak perusahaan di dalam negeri, yang terdiri atas 9 anak perusahaan yang mengelola JOB-PSC (Joint Operating Body-Production Sharing Contract)16 anak perusahaan pemegang Participacing Interests Division berupa Indonesia Participating Interests Division dan Pertamina Participating Interest, dan 9 anak perusahaan yang mengelola Production Sharing Contract - Gas Metana Batubara (PSC-GMB).

Sedangkan di luar negeri, PHE memiliki satu anak perusahaan yaitu, PHE Australia yang memiliki 10% license di Blok VIC/L26, VIC/L27 dan VIC L/28 BMG Australia. Di samping itu PHE juga bekerja sama dengan mitra untuk mengelola lahan di Blok SK-305 Sarawak, Malaysia; Blok-13 di lepas pantai Laut Merah, Sudan, Blok-3 Qatar, Blok 17-3 Sabratah dan Blok 123-3 Sirte yang berlokasi di Libya.

Sebagai perusahaan induk bagi seluruh anak perusahaan pemegang PI, PHE memiliki peranan yang besar dalam peningkatan produksi Pertamina melalui optimalisasi produksi di lapangan yang dimiliki maupun akuisisi wilayah kerja eksplorasi dan produksi, baik di dalam maupun di luar negeri.  Bahkan, boleh disebutkan bahwa PHE merupakan satu-satunya kendaraan PT Pertamina (Persero) yang menjalankan bisnis di luar negeri.

PHE tidak hanya bertindak sebagai pengelola portofolio bisnis, namun juga terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di lapangan, terutama untuk luar negeri. Walau memiliki banyak anak perusahaan, bentuk organisasi PHE tidak besar namun efektif, karena PHE memiliki pekerja yang mempunyai pengalaman dan kapabilitas tinggi untuk membuat analisis cermat serta menghasilkan keputusan tepat dalam menjalankan bisnis portofolio.

      visi & misi PT. PERTAMINA (PERSERO) T,bk
 
                                         
       sejarah PT. PERTAMINA (PERSERO) T,bk


Sejarah PT Pertamina Hulu Energi merupakan bagian dari perjalanan sejarah PT Pertamina (Persero). Dimulai pada 1957 pemerintah membentuk Permina untuk menangani ladang-ladang minyak dan gas yang semula dikelola perusahaan Belanda. Untuk menyatukan sumber daya yang waktu itu sangat terbatas, Permina bergabung dengan Pertamin menjadi Pertamina pada tahun 1968. Saat itu sampai tahun 2001, Pertamina berstatus sebagai perusahan negara yang diatur dengan UU khusus.
Sebagai respon terhadap dinamika usaha minyak dan gas dunia yang berkembang ketika itu, pada 2001, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi No. 22 Tahun 2001. Penerapan UU tersebut telah mengubah status Pertamina dari Perusahaan Negara menjadi Badan Usaha Milik Negara, dengan nama, PT Pertamina (Persero). Konsekuensi dari UU yang menghendaki pemisahan usaha hulu dengan usaha hilir migas tersebut, PT Pertamina (Persero) wajib mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha eksplorasi, eksploitasi dan produksi minyak dan gas.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) dan surat persetujuan Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) No. 75/K/DKPP/2001 tanggal 31 Agustus 2001, Direktorat Hulu diminta untuk membentuk anak perusahaan untuk mengelola portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi. PT Aroma Operation Service yang sudah berdiri sejak 1989 – semula merupakan perusahaan jasa yang mendukung operasi kilang petrokimia di Cilacap -- kemudian ditunjuk sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yang bergerak di bidang pengelolaan portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya.
AOS kemudian berubah menjadi PT Pertahulu Energy berdasarkan Akta nomor 5 tanggal 5 Februari 2002 di Jakarta dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM nomor C- 04828.HT.01.04.2002 tanggal 22 Maret 2002. Berdasarkan RUPS tanggal 29 Juni 2007, nama PT Pertahulu Energy berubah menjadi PT Pertamina Hulu Energi melalui pengesahan Departemen Kehakiman dan HAM No. C-00839 HT.01.04-TH2007 tanggal 11 Oktober 2007.
Pada awalnya, perusahaan didirikan sebagai strategic operational armlenght PT Pertamina untuk mengelola portofolio lahan kerja sama dengan pihak-pihak luar yang dulunya ditangani Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) dalam skema JOB PSC, IP, PPI dan BOB. Namun dalam perkembangannya, PHE juga berperan aktif dalam mengelola portofolio bisnis Pertamina di luar negeri.
Hingga akhir 2010 Pertamina Hulu Energi telah mendirikan 36 (tiga puluh enam) anak perusahaan meliputi 9 JOB-PSC (Joint Operating Body–Production Sharing Contract), 16 PPI (PERTAMINA Participating Interest),, 9 PSC-CBM (production sharing contrac Coal Bed Methane) dan satu anak perusahaan di Australia.

     modal awal PT PERTAMINA (PERSERO) T,bk


Modal Dasar PT Pertamina Rp 200 Triliun
24 September 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Boediono telah menetapkan modal dasar pendirian PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 200 triliun. Demikian keterangan tertulis Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Maurin Sitorus di Jakarta, Rabu (24/9).

Menurut Maurin, modal dasar yang ditempatkan dan disetor pada saat pendirian itu berasal dari seluruh kekayaan negara milik Pertamina, termasuk kekayaan Pertamina yang ada di anak perusahaan dan perusahaan patungan Pertamina. Namun, kekayaan tersebut tidak termasuk kekayaan yang dialihkan kepada badan pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Ketentuan mengenai modal dasar pendirian PT Pertamina (persero) ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 408/KMK.02/2003 tanggal 16 September 2003. Menurut Maurin, keputusan itu sendiri merupakan pelaksanaan ketentuan pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2003, mengenai Pengalihan Bentuk Pertamina Menjadi Persero. Pasal 3 ayat 4 peraturan tersebut juga menyatakan modal awal pendirian Pertamina persero ditetapkan oleh menteri keuangan.

Dari jumlah modal dasar tersebut, Pemerintah telah mengucurkan Rp 100 triliun sebagai modal sementara yang digunakan untuk menyusun anggaran dasar serta neraca pembukaan sementara perusahaan. “Modal perusahan definitif akan ditetapkan kemudian berdasarkan hasil perhitungan Departemen Keuangan dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,” katanya.

Perhitungan bersama tersebut, kata Maurin, didasarkan atas hasil inventarisasi dan penilain aset Pertamina sesuai harga pasar yang berlaku pada tanggal neraca pembukaan.





 

Senin, 13 Oktober 2014

MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN

MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN

 1. TOPOLOGI STAR
 

Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan star termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

KELEBIHAN 

Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut. 
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. 
Akses Kontrol terpusat. 
 Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan paling fleksibel 
 
KEKURANGAN
 
·     Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·      Boros dalam pemakaian kabel.
·      HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
·    terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut  akan down.
·      jaringan tergantung pada terminal pusat.
·      jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·      biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
·      lebih gampang digunakan.
2    
      2. TOPOLOGI BUS 
    
     Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
     
    KELEBIHAN
 
·  Harganya lebih murah bila dibandingkan dengan cara star, karena harga kabel yang digunakan lebih murah dan pada jaringan dengan topologi ini tidak dibutuhkan konsetrator.
·      Bila salah satu komputer mati, tidak akan mengganggu komputer yang lain.

    KEKURANGAN
 
·      Apabila terjadi kabel yang putus, semua komputer tidak dapat digunakan.
·      Sering terjadi tabrakan file data yang dikirim.
·      Untuk pengembangan ke arah yang lebih luas mengalami hambatan.
      
 
      3. TOPOLOGI RING
        
       
     
   Topologi ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

      KELEBIHAN
 
·       Hemat kabel.
·    Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data.

      KEKURANGAN
 
·  Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan   terganggunya seluruh jaringan.
·       Pengembangan jaringan lebih kaku.
·       Sulit mendeteksi kerusakan.
·       Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur].
·       Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandels.
 
      4. TOPOLOGI TREE
      
Topologi tree adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
 
      KELEBIHAN
 
·   Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.

KK KEKURANGAN
 
·    Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
·       Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

   5. TOPOLOGI LINIER

    

JJajaringan komputer dengan topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

      KELEBIHAN
 
·       hemat kabel.
·       tata letak kabel sederhana.
·       mudah dikembangkan.
·       tidak butuh kendali pusat, dan
·     penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi   yang berjalan.

       KEKURANGAN
 
·       deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.
·        kepadatan lalu lintas tinggi.
·        keamanan data kurang terjamin.
·        kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan
·        diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.
 
      6. TOPOLOGI MESH 
     
    Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. 
 
       KELEBIHAN
  
Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa
harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus
untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai
ramai/sharing).
Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A denga
komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut
tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi
antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar
komputer.

       KEKURANGAN
 
·   Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
·   Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
·     Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
 
       7. TOPOLOGI HYBRID 
 
      


     Kommbinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda untuk membuat topologi hybrid. Ketika topologi dasar yang berbeda yang terhubung ke satu sama lain, mereka tidak menampilkan karakteristik dari setiap topologi satu tertentu. Ini adalah ketika itu menjadi topologi hibrida.

      KELEBIHAN
 
·        Fleksibilitas.
·     Menambah koneksi perangkat lainnya adalah mudah, karena node baru dan / atau         periferal dapat dihubungkan ke topologi dan kata topologi dapat dihubungkan dengan topologi hybrid dengan mudah.

      KEKURANGAN
 
·        Pengelolaan sulit.
·        Biaya mahal dibanding topologi lainnya.
·        Instalasi dan konfigurasi topologi sulit.
 
      8. TOPOLOGI BROADCAST 

      

Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.

 9. TOPOLOGI HIERARKI
 
     
       
   berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang  diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

      KELEBIHAN
 
·      Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah
·      terkontrol.
     Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas.

      KEKURANGAN
 
·   Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat   atasnya terputus.
·      Dapat terjadi tabrakan file (collision).
 
       10. TOPOLOGI PEER TO PEER 
 
      
       
    Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).

       KELEBIHAN
  
Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya
seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer
Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server,
salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampu
khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu
komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami
gangguan.

       KEKURANGAN
 
Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer
setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan
client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap
komputer/peer isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus
mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur
masing- masing fasilitas yang dimiliki
Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka
backup harus dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut.